Zakat, muzaki, Zakat Anak Kecil, dan Zakat Orang gila

Pengertian Zakat, muzaki, Zakat Anak Kecil, dan Zakat Orang gila
a. Pengertian Zakat
 zakat menurut bahasa memiliki arti mensucikan. Sedangkan menurut istilah zakat adalah penyebutan untuk ukuran tertentu dari harta tertentu berdasarkan syarat- syarat tertentu dan diterima oleh golongan tertentu juga. Lafadz zakat di dalam al- Quran disebutkan 30 kali dan di gandengkan dengan lafadz sholat sebayak 27 kali. Lafadz zakat selalu digandengkan dengan lafadz sholat karena sebagai penyeimbang antara hablumminallah dan hablumminannas. Secara umum sholat adalah ibadah yang hubungannya langsung antara hamba dengan tuhannnya sedangkan zakat adalah suatu ibadah yang hubungannya langsung antara manusia dengan manusia lainnya sebagai bentuk rasa syukur dan penyambung silaturahim dengan manusia lainnya. 
b. Muzaki 
  Muzaki adalah orang yang dikenai kewajiban membayar zakat atas kepemilikan harta yang telah memenuhi syarat- syarat nya, yakni: islam, baligh, berakal, merdeka, milik penuh, dan sudah mencapai nishabnya. Orang yang berhak menerima zakat ada delapan golongan yaitu: fakir, miskin , amil, fisabillah,ibnu sabil, gharim, mualaf, dan riqab. Dalil diperintahkannya zakat yakni surah al-bayinah: 5
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ (البينة : ٥)﯁
Artinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. dan yang demikian itulah agama yang lurus. (al-bayinah: 5)
c. Zakat Bagi Anak Kecil dan Orang Gila
Menurut pendapat Imam Hanafi anak kecil dan orang gila tidak diwajibkan untuk mengeluarkan zakat dikarenakan tidak memenuhi syarat- syaratnya yakni baligh dan berakal. Menurut Imam Hanafi semua syarat- syaratnya tersebut harus terpenuhi. Dengan demikian zakat tidak wajib diambil dari anak kecil dan orang gila sebab tidak termasuk dalam ketentuannya. Sedangkan menurut pendapat Imam Syafii baligh dan berakal tidak termasuk kedalam syarat tersebut. Jadi zakat wajib dikeluarkan dari anak kecil dan orang gila akan tetapi yang wajib mengeluarkannya adalah walinya.